KEAMANAN KEUANGAN · PORTAL RESMI IASC · 30 OKTOBER 2026
Jika baru menyadari transfer dilakukan karena penipuan, hentikan komunikasi dengan pelaku, segera hubungi bank atau dompet elektronik melalui kanal resminya, dan siapkan laporan. Jangan mengirim uang tambahan untuk alasan “biaya pembatalan”, “pajak pencairan”, atau janji mengembalikan saldo.
Artikel ini menunjukkan tampilan portal yang benar dan data penanganan yang dipublikasikan OJK. Pembaca tidak perlu menunggu memiliki cerita yang rapi berlembar-lembar untuk mulai menghubungi penyedia pembayaran; prioritaskan rincian transaksi yang dapat segera diverifikasi.
Kasus nyata: hasil penanganan IASC yang diumumkan OJK
Dalam siaran pers 27 Oktober 2026, Satgas PASTI menyebut penanganan IASC sejak mulai beroperasi hingga posisi 30 September 2026 mencakup pemblokiran 702.833 rekening. Publikasi tersebut menyebut dana yang diblokir Rp825,2 miliar dan pengembalian kepada korban Rp207,16 miliar. Sumber: Satgas PASTI/OJK.
Angka itu memperlihatkan penanganan yang benar-benar dilakukan, tetapi bukan dasar menyatakan seseorang pasti memperoleh kembali persentase tertentu dari kerugiannya. Rekening, laporan, dana diblokir dan dana dikembalikan adalah ukuran berbeda. Satu laporan juga tidak harus identik dengan satu rekening.

Mengapa pelaporan cepat tetap penting?
Dana yang sudah berpindah dapat diteruskan lagi ke rekening atau penyelenggara lain. Karena itu, upaya penanganan perlu memanfaatkan rincian transaksi sedini mungkin. Meski demikian, tidak ada tenggat buatan seperti “pasti kembali dalam 24 jam” yang dapat dijanjikan artikel ini.
Peran IASC adalah menghubungkan laporan dengan lembaga keuangan terkait untuk ditindaklanjuti. Portal resminya menjelaskan proses pelaporan, penyimpanan nomor laporan, dan pelacakan. Jalur tersebut tidak sama dengan layanan yang menjanjikan menarik uang secara otomatis dari rekening terlapor. Sumber: penjelasan portal IASC.

Siapkan data yang membantu menelusuri transaksi
Mulailah dari bukti transfer: tanggal dan waktu, nominal, nomor referensi, penyelenggara pengirim, serta rekening atau akun tujuan. Simpan bukti percakapan, profil atau tautan yang dipakai pelaku, dan urutan kejadian. Panduan portal juga meminta informasi pihak pelapor dan rincian rekening terkait; isilah sesuai kejadian dan dokumen yang dimiliki.
| Bukti | Yang dicatat | Kesalahan yang dihindari |
|---|---|---|
| Bukti transfer | Waktu, nominal, referensi, pengirim dan tujuan | Hanya menyimpan gambar nominal tanpa identitas transaksi |
| Percakapan | Urutan pesan, akun/nomor, permintaan pembayaran | Menghapus chat setelah sadar tertipu |
| Tautan atau profil | Alamat situs dan identitas akun yang terlihat | Mengandalkan nama tampilan yang bisa berubah |
| Kronologi | Peristiwa berurutan dan transfer mana yang berkaitan | Mencampur transaksi berbeda tanpa penjelasan |
| Tindak lanjut | Nomor laporan dan respons resmi | Membagikan nomor laporan beserta data pribadi ke ruang publik |
Untuk pengaduan resmi, simpan berkas asli yang tidak dipotong berlebihan. Jika perlu berdiskusi di ruang publik, buat salinan yang menutupi data pribadi. Jangan menggunakan salinan publik yang sudah tidak lengkap sebagai satu-satunya bukti yang dimiliki.
Urutan pelaporan yang mudah diikuti
- Hubungi penyelenggara pembayaran resmi. Jelaskan bahwa transfer berkaitan dengan dugaan penipuan dan mintalah petunjuk penanganan serta nomor pengaduan. Gunakan kontak dari aplikasi atau situs resminya, bukan nomor yang diberikan pelaku.
- Buka portal IASC dengan mengetik alamatnya. Periksa nama domain sebelum menuliskan informasi. Pilih jalur pelaporan dan baca persyaratan pada portal.
- Isi transaksi dan kronologi secara konsisten. Jika ada beberapa transfer, susun daftar masing-masing. Cocokkan nominal, tanggal dan rekening dengan bukti.
- Lakukan pelaporan hukum sesuai arahan resmi. FAQ IASC membedakan pelaporan finansial dan laporan kepolisian. Simpan dokumen serta nomor masing-masing jalur.
- Simpan nomor laporan dan pantau kanal resmi. Jika diminta melengkapi data, periksa siapa yang meminta dan melalui saluran apa.

Sesudah melapor, jangan masuk ke penipuan berikutnya
Korban sering berada dalam keadaan ingin menyelesaikan masalah secepat mungkin. Situasi itu dapat dimanfaatkan orang yang menawarkan “jasa recovery” dengan meminta transfer tambahan, kata sandi, atau kode verifikasi. Nomor tiket maupun logo lembaga yang dikirim dalam chat bukan bukti bahwa pengirimnya petugas resmi.
Jika selain transfer Anda juga pernah membagikan kredensial atau memasang aplikasi yang tidak dikenal, beri tahu bank atau penyelenggara akun. Lakukan pengamanan akun melalui perangkat serta kanal yang dapat dipercaya. Penanganannya mungkin berbeda dari kasus transfer yang tidak melibatkan pengambilalihan akun.
Hindari mempublikasikan NIK, nomor telepon, rekening lengkap, dan seluruh bukti transaksi untuk meminta bantuan. Informasi tersebut diperlukan oleh pihak berwenang melalui proses resminya, bukan oleh setiap orang yang menawarkan bantuan di komentar.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah melapor ke IASC pasti membuat uang kembali?
Tidak. Penanganan bergantung pada hasil verifikasi, keberadaan dana dan tindak lanjut lembaga terkait. Data pengembalian agregat tidak menjadi jaminan untuk laporan tertentu.
Apakah laporan IASC menggantikan laporan polisi?
Portal resmi menjelaskan dua jalur: penanganan finansial melalui IASC dan proses hukum melalui penegak hukum. Simpan bukti serta nomor laporan keduanya.
Apakah Reviewgan dapat menerima bukti untuk mengurus laporan?
Tidak. Artikel ini panduan membaca kanal resmi. Jangan mengirim dokumen pribadi, kata sandi atau kode OTP ke kolom komentar Reviewgan.
