Menarik

Cara Manusia bisa Membangun Markas Luar Angkasa di Bulan Saat ini

Sejak zaman dahulu, manusia selalu memimpikan untuk menjelajahi angkasa dan mendirikan koloni di luar bumi. Bulan sebagai satelit alami bumi, menjadi target yang realistis dan menantang bagi ambisi tersebut.

Walaupun tantangannya besar, ilmu pengetahuan dan teknologi manusia saat ini sebenarnya sudah cukup memungkinkan untuk merealisasikan impian tersebut. Lantas, bagaimana caranya manusia bisa membangun markas di bulan saat ini?

Transportasi ke Bulan

Tantangan terbesar untuk mendirikan markas di bulan tentu saja adalah bagaimana mengirimkan material, peralatan, dan manusia dari bumi ke permukaan bulan.

Saat ini, satu-satunya roket yang mampu untuk misi semacam itu adalah roket raksasa Space Launch System (SLS) milik NASA dengan bantuan pesawat ruang angkasa Orion.

“Dengan SLS dan Orion, kami memiliki pesawat ruang angkasa yang dibutuhkan untuk menjelajahi ruang angkasa lebih jauh daripada yang pernah kami lakukan sebelumnya,” ujar NASA.

Selain roket milik NASA, perusahaan swasta seperti SpaceX juga sudah berhasil meluncurkan roket besar seperti Starship yang dirancang untuk misi ke Mars. Roket ini diperkirakan juga dapat digunakan untuk transportasi ke bulan.

Dengan kemajuan teknologi saat ini, sudah ada kapasitas roket yang cukup untuk mengangkut beban puluhan ton material dan panel bangunan lengkap dengan peralatan dan astronot, dari bumi menuju permukaan bulan.

Bahan Konstruksi

Jenis material apa saja yang dibutuhkan untuk membangun markas di permukaan bulan yang keras dan berbatu? Beberapa bahan yang disarankan para ilmuwan antara lain:

  • Aluminium
  • Besi tuang
  • Baja
  • Titanium
  • Kaca/silika
  • Serat karbon
  • Bahan perekat khusus

Bahan-bahan ini dipilih karena memiliki kekuatan dan daya tahan yang baik terhadap kondisi ekstrim di bulan, seperti temperatur tinggi dan radiasi matahari. Selain untuk membuat struktur bangunan, bahan-bahan ini juga dapat melapisi bagian dalam bangunan sebagai perisai radiasi.

Professor Jakobus Hoffman dari Universitas Oxford pernah mengusulkan untuk memanfaatkan material di bulan sendiri seperti debu bulan dan batu anorthosite untuk mencetak bata dan semen secara lokal. Opini ini masih kontroversial, tapi bila terbukti dapat dilakukan maka akan sangat menghemat biaya transportasi dari bumi.

Perlindungan dari Radiasi dan Suhu Ekstrim

Bagian utama dari konstruksi markas bulan adalah sistem perlindungan terhadap dua tantangan utama, yaitu radiasi matahari yang ekstrim, dan variasi temperatur mencapai -170 derajat Celcius hingga +120 derajat Celcius.

Untuk melindungi astronot dari paparan radiasi, bangunan harus dibuat dengan tembok setidaknya 2 meter yang mengandung bahan padat seperti besi, baja, aluminium, atau batu bulan itu sendiri. Lapisan ini akan menghalau sebagian besar radiasi dan partikel matahari yang berbahaya.

Sementara itu dari segi termal, markas akan dirancang seperti termos, dengan isolator panas yang baik di bagian luar dan pengatur suhu di bagian dalam. Panel surya juga dapat dipasang di samping bangunan untuk membantu mengekang fluktuasi suhu.

Pasokan Daya

Salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana menyuplai listrik bagi markas di bulan yang selalu gelap dan dingin. Pilihan terbaik adalah dengan pemasangan panel surya di permukaan bulan dan didukung baterai cadangan di dalam markas.

Ilmuwan juga menyarankan untuk membawa semacam pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) modular kecil berdaya 1 hingga 10 megawatt. PLTN jenis ini telah dikembangkan oleh Rusia untuk menjaga daya stasiun atau kota-kota kecil yang terpencil.

Kebutuhan listrik ditaksir mencapai 40 kilowatt atau lebih besar dari 3 rumah standard di bumi. Ini dibutuhkan untuk lampu, alat komunikasi dan komando, pengendali suhu, serta berbagai eksperimen ilmiah lainnya.

Dukungan Kehidupan

Tidak mungkin manusia hidup di bulan tanpa adanya sistem pendukung kehidupan buatan yang handal dan redundan. Beberapa sistem utama yang wajib ada pada setiap markas antara lain:

1) Suplai Udara

Udara bersih dalam jumlah cukup adalah kebutuhan mutlak bagi para penghuni markas. Selain persediaan oksigen cair dan tabung, diperlukan sistem regenerasi oksigen secara elektrokimia dan kimiawi dari karbondioksida. Tanaman juga bisa menjadi sumber oksigen, sekaligus psikologis.

Diperlukan pula alat pendingin udara supaya suhu udara bisa dikondisikan sesuai yang diinginkan, yaitu sekitar 20 derajat Celcius.

2) Daur Ulang Air

Air merupakan sumber daya paling berharga di bulan. Untungnya, air dan oksigen dapat diregenerasi dari air limbah dan keringat para astronot. Teknologi filterisasi air saat ini sudah sangat baik sehingga air bekas dapat diminum kembali.

Diperkirakan setiap orang membutuhkan sekitar 28 liter air per hari. Dengan daur ulang yang efisien, jumlah air yang harus diangkut dari bumi bisa ditekan seminimal mungkin.

3) Produksi Makanan

Makanan segar sangat penting bagi kesehatan dan psikologis para penghuni. Sayuran hijau dan buah-buahan dapat diproduksi di fasilitas hidroponik dengan lampu LED pertumbuhan yang hemat energi.

Untuk sumber protein hewani, telur dan daging dapat dihasilkan dari ternakan serangga. Pembiakan ikan jenis tertentu didalam tangki air juga sudah berhasil dilakukan di stasiun luar angkasa.

Kendala dan Tantangan

Walaupun secara teknis sudah bisa dilakukan, pendirian markas di bulan masih penuh tantangan baik teknis maupun ekonomis:

TantanganDeskripsi
Biaya tinggiDiperkirakan membutuhkan dana hingga $100 miliar untuk membangun markas permanen skala besar
Resiko tinggiBahaya radiasi dan gagalnya peralatan vital dapat mengancam nyawa para astronot
Transportasi sulitMembutuhkan ratusan misi roket angsuran logistik dari bumi ke bulan
TerisolasiKomunikasi ke bumi terhambat jarak dan gangguan atmosfir, menyebabkan penundaan hingga beberapa detik

Kendala-kendala inilah yang sampai saat ini menghambat terwujudnya impian markas di bulan. Namun dengan komitmen politik dan kemajuan teknologi eksponensial dewasa ini, pendirian markas bulan bisa menjadi kenyataan dalam waktu 20 hingga 30 tahun ke depan.

Kesimpulan

Beberapa poin kesimpulan dari uraian di atas:

  • Transportasi ke bulan sebetulnya sudah memungkinkan dengan roket saat ini
  • Material dan teknologi untuk konstruksi markas bulan sudah ada
  • Perlindungan radiasi dan temperatur ekstrim membutuhkan desain khusus
  • Pasokan daya matahari dan nuklir dapat digunakan
  • Dibutuhkan sistem pendukung kehidupan yang handal dan redundan
  • Kendala utama adalah biaya tinggi dan resiko misi

Jadi secara garis besar, pendirian markas permanen di bulan sebetulnya sudah dimungkinkan secara teknis. Yang dibutuhkan adalah komitmen politik dan pendanaan untuk mengatasi tantangan yang ada.

FAQ

Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait topik ini:

Mengapa kita perlu membangun markas di bulan? Apa manfaatnya?

Ada beberapa alasan, diantaranya:

  • Sebagai batu loncatan untuk eksplorasi ruang angkasa lebih jauh, misal ke Mars
  • Untuk riset ilmiah mendalam tentang bulan dan ruang angkasa
  • Cikal bakal peradaban dan koloni manusia di luar bumi

Berapa lama waktu tempuh dari bumi ke bulan?

Roket pesawat ruang angkasa saat ini memerlukan waktu tempuh sekitar 2 hingga 4 hari dari bumi sampai mencapai orbit bulan. Perjalanan ini tergantung rute dan bahan bakar yang optimal.

Berapa jumlah astronot yang dapat ditampung markas bulan?

Desain awal bisa menampung 4 hingga 10 astronot dalam jangka panjang. Angka ini akan terus bertambah seiring perluasan markas di masa mendatang.

Kapan perkiraan manusia bisa membangun markas di bulan?

Waktu pastinya masih sulit diprediksi, namun beberapa pakar memperkirakan tahun 2040-2050 sudah memungkinkan dengan catatan ada lompatan besar inovasi teknologi dan komitmen global yang kuat.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button