Kontes desain kini makin marak diselenggarakan baik oleh perusahaan rintisan (startup), komunitas desain, maupun lembaga pendidikan. Hadiah yang ditawarkan pun cukup besar dan menggiurkan.
Tak heran banyak desainer dan pecinta desain mengikuti kontes demi kontes setiap bulannya dengan harapan memenangkan hadiah uang tunai hingga puluhan juta rupiah atau bahkan lebih.
Namun, dengan banyaknya peserta kontes kadang membuat peluang menang semakin tipis.
Jangan khawatir! Dengan mengikuti tips jitu di bawah ini, kamu bisa meningkatkan peluang menang kontes desain dengan cepat:
1. Pahami Brief Kontes dengan Baik
Faktor terpenting agar kamu bisa memenangkan kontes desain adalah memahami brief atau tema kontes dengan sangat baik.
Brief biasanya dibuat tim penyelenggara kontes berisi detail tentang:
- Tujuan & latar belakang kontes
- Target audience
- Kebutuhan desain (logo, poster, dsb.)
- Ukuran dan spesifikasi teknis desain
- Dll.
Dengan memahami brief, kamu bisa mendesain sesuai kebutuhan panitia. Jadi, wajib baca berulang briefnya sampai paham benar.
2. Lakukan Riset Keyword Terlebih Dahulu
Setelah paham brief kontes desain, lakukan riset keyword terkait topik/tema kontes menggunakan Google Trends atau media sosial.
Tujuannya untuk mengetahui:
- Tren desain terbaru seputar tema kontes
- Warna dan gaya desain yang populer saat ini
- Ide dan insight kreatif dari kata kunci terkait
Contohnya jika tema kontes tentang “Ramah Lingkungan”, kamu bisa cari kata kunci terkait seperti “ecorfriendly lifestyle”, “zero waste”, “sustainability” dll.
Dengan begitu, kamu bisa mendesain sesuai tren terbaru yang lebih eye catching dan original.
“Riset keyword bukan cuma penting buat SEO konten, tapi juga memenangkan kompetisi kreatif seperti kontes desain logo, poster dan branding”
3. Gunakan Referensi Desain dari Situs Ternama
Setelah paham brief dan tren desain terbaru dari riset keyword, saatnya mencari referensi desain terbaik sebagai inspirasi.
Beberapa situs referensi desain berkualitas yang bisa kamu jadikan inspirasi antara lain:
- Behance
- Dribbble
- Designspiration
- Logopond – khusus inspirasi logo
- Fontspace – font dan logo
Jika menemukan referensi bagus, simpan di folder khusus sebagai moodboard. Namun pastikan tidak 100% meniru, tapi dijadikan ide awal mendesain agar lebih orisinil.
4. Perhatikan Aspek Psychology Colors
Salah satu faktor penting dalam desain adalah pemilihan warna yang tepat agar menarik, estetik dan sesuai pesan/tema yang ingin disampaikan.
Penggunaan warna dalam desain erat kaitannya dengan psikologis manusia. Inilah yang disebut psychology of colors.
Beberapa tips menerapkan psychology colors:
- Warna merah untuk desain bernuansa semangat, enerjik
- Biru untuk kesan profesional, kepercayaan, stabil
- Hijau untuk melambangkan alam, pertumbuhan
- Kuning untuk optimisme, keceriaan
Pertimbangkan konsep dan pesan desain sebelum pilih warna agar timbul kesan yang diinginkan ke audience.
5. Gaya Desain Minimalis Paling Eye Catching
Salah satu kunci memenangkan kontes desain adalah menciptakan karya desain yang eye catching dan memikat hati juri maupun audience.
Salah satu cara paling mudah yakni dengan menerapkan gaya desain minimalis yang fokus pada elemen penting dengan tampilan rapi dan modern.
Desain minimalis hanya menampilkan 1-2 objek utama dengan penataan layout dan typography rapi. Warna-warna simple dan kontras dipilih agar mencolok.
Hasilnya adalah tampilan desain yang modern, stylish dan eye catching.
“Less is more” – Prinsip desain minimalis lebih sedikit elemen tapi lebih powerfull
6. Fokus pada 1-2 Objek Utama
Terkait desain minimalis di atas, kuncinya adalah fokus pada 1-2 objek visual utama saja seperti foto produk atau ilustrasi karakter tanpa elemen pendukung berlebih.
Objek utama harus besar dan eye catching. Kamu bisa menambahkan text slogan atau nama brand pendukung. Sisanya ruang kosong agar fokus ke objek utama.
Prinsipnya semakin sedikit elemen, semakin mudah bagi mata dan otak memproses objek penting dalam desain dengan cepat.
7. Perhatikan Aspek Layout & Typography
Faktor lain yang tak kalah penting dalam memenangkan kontes desain selain visual/objek utama adalah layout (tata letak) dan typography (tipografi).
Beberapa tips layout dan typography:
- Layout grid (kolom dan baris rapi)
- Hierarchy (ukuran judul lebih besar dsb)
- Alignment (rata kiri/tengah/kanan)
- Whitespace/ruang kosong
- Ukuran font standard
- Line height/spasi baris normal
- Warna font kontras latar belakang
Dengan layout rapi plus tipografi standar, desain jadi lebih enak dilihat, profesional dan mudah dipahami audience.
Berikut contoh poster dengan layout grid rapi dan tipografi bagus:
| Elemen Poster | Keterangan |
|---|---|
| Judul | Ukuran paling besar, dominan |
| Tagline | Ukuran sedang |
| Gambar/Foto | Eye catching, paling besar |
| Body text | Ukuran kecil, layout 2 kolom |
| Call to action | Warna mencolok |
Selain aspek di atas, pertimbangkan juga ukuran file dan resolusi gambar agar cetak desain bagus di berbagai ukuran media (baliho, poster, kaos, totebag, dsb.)
8. Pilih Ukuran & Proporsi Objek yang Pas
Masih terkait layout, pemilihan ukuran objek visual (foto, ilustrasi) dan proporsinya juga menentukan tampilan desain yang pas atau tidak.
Beberapa tips memilih ukuran dan proporsi objek:
- Objek utama 30-50% area desain
- Teks dominan 10-20% area
- White space 30%
- Hindari ukuran file gambar terlalu besar jika tidak perlu
- Rasio panjang dan lebar harus seimbang
- Pertimbangkan heirarchy, alignment, contrast
Dengan pemilihan layout objek yang proporsional akan membuat mata lebih nyaman dan tertata rapi saat memandang desain.
Berikut contoh penerapan ukuran objek dan proporsi yang ideal pada poster:

9. Hindari Detail Visual Berlebih
Prinsip desain minimalis adalah semakin sedikit elemen, semakin bagus hasil akhirnya.
Oleh karena itu, hindari memasukkan detail visual secara berlebihan pada desain kamu.
Contohdetail visual yang perlu dihindari:
- Terlalu banyak objek pendukung
- Ornamen dan dekorasi berlebih
- Background rumit/berpola
- Gradient warna terlalu banyak
- Drop shadow tebal
- Outline tebal objek
Alhasil desain jadi tampak ramai, complicated dan sulit dipahami audience.
10. Pastikan Resolution Gambar High Res
Salah satu kesalahan desainer pemula adalah menggunakan gambar low quality dalam desainnya.
Akibatnya walau bagus, tapi saat dicetak atau zoom in terlihat pixelated dan buram merusak tampilan keseluruhan.
Oleh karena itu, penting memastikan selalu pakai gambar high resolution dalam mendesain agar tampil tajam di segala ukuran.
Beberapa tips terkait resolusi gambar:
- Minimal 300 PPI untuk cetak
- 72 PPI untuk web/digital
- Format PNG agar transparan
- JPG kompresi high agar tidak blur
- Ukuran file tidak terlalu besar
Jangan mencuri gambar berhak cipta juga ya! Beli di situs stok gambar legal seperti Freepik, Pexels, Unsplash dll.
11. Desain Mobile Friendly Must Have
Saat ini mayoritas orang mengakses platform digital via ponsel. Oleh karena itu desain yang mobile friendly merupakan keharusan agar bisa responsif tampil bagus di layar kecil smartphone.
Beberapa tips agar desain kamu mobile friendly:
- Ukuran file kecil agar load cepat
- Format web seperti HTML, CSS, SVG
- Layout adaptable saat di zoom
- Tombol dan touch area besar cukup jari
- Font tidak terlalu kecil terbaca
Jika kamu submit poster atau banner kontes dalam format JPG atau PNG, pastikan tetap bisa terbaca jelas saat dibuka lewat ponsel.
“Lebih dari 50% traffic suatu website saat ini berasal dari mobile device, maka desain yang mobile friendly sangat krusial.”
12. Lakukan Testing di Berbagai Device
Setelah selesai mendesain, pastikan melakukan testing tampilan di berbagai jenis perangkat seperti smartphone, tablet, laptop, dan komputer desktop.
Bisa juga siapkan cetak desain ukuran A3 atau A4 untuk simulasi.
Tujuannya memastikan desain kamu benar-benar responsif dan enak dilihat di semua medium dan ukuran layar.
Jika menemukan masalah seperti terpotong, blur atau tipografi terlalu kecil, segera perbaiki agar flawless!
13. Siapkan Supporting Documents
Agar meningkatkan peluang menang, selain file desain utama, usahakan melampirkan supporting documents sebagai pelengkap penjelasan konsep karya kamu.
Beberapa contoh supporting documents:
✔️ Desain style tile – palet warna, tipografi, referensi style
✔️ Sketsa konsep – brainstorming ide awal desain
✔️ Moodboard – kumpulan referensi inspirasi
✔️ Mockup desain – simulasi penerapan pada produk
Document-document ini akan meyakinkan para juri kamu memang layak menang karena ide brilian dan konsep matang yang unik, bukan asal comot desain orang.
14. Submit Tepat Waktu Sebelum Deadline
Jam dan bahkan detik pengumpulan desain biasanya diperhitungkan dalam penentuan pemenang kontes desain.
Maka dari itu, usahakan selalu submit karya tepat waktu bahkan beberapa jam atau sehari sebelum deadline kontes.
Dengan begitu, jika ada kendala teknis (error, lupa password, dsb), masih punya waktu tambahan dan tenang karena berada di antrian paling depan. Bisa jadi nilai plus juga dimata dewan juri.
Jadi jangan sampai telat submit gara-gara kelamaan bingung mikir ide bagus atau malah keasikan nonton Youtube, ya!
15. Promosikan Desain Lewat Sosial Media
Agar meningkatkan awareness orang terhadap desain kamu, jangan lupa upload dan promote hasil karya lewat sosial media pribadi seperti IG, FB, Twitter, Tiktok dsb.
Ajak teman-teman juga groups seputar desain untuk meninggalkan like, komen dan dukungan.
Siapa tahu banyak yang tertarik dan bisa jadi vote tambahan penentu kemenangan kamu. Promosi desain ga pernah rugi, gengs!
16. Dapatkan Feedback Sebelum Deadline
Sebelum batas akhir kontes tiba, luangkan waktu untuk mendapatkan feedback orang lain terhadap desain kamu.
Bisa meminta masukan rekan sesama desainer, dosen, sahabat atau kalau ada biaya lebih dari sosok klien/expert.
Feedback berguna banget buat tahu kelemahan desain yang mesti diperbaiki, misal terlalu rumit, tipografi buruk, warna kurang pas, dsb.
Dengan begitu, sempat merevisi desain agar lebih matang dan mantap dikirim sebelum deadline.
17. Jangan Ragu Merevisi Desain Jika Perlu
Jika banyak yang memberi masukan perbaikan terhadap desain kamu, jangan gengsi atau ragu melakukan revisi menjelang batas pengumpulan.
Justru ini kesempatan bagus agar tampilan karya makin oke dan lebih memukau para juri.
Lakukan perbaikan terutama pada bagian yang dinilai kurang pas, seperti:
✏️ Warna kurang eye catching
✏️ Tata letak terlalu berantakan
✏️ Tipografi jelek susah dibaca
✏️ Gambar pixelated perlu diganti
Remember, juri biasanya punya selera desain tinggi dan detail oriented dalam menilai. Jadi wajib perbaiki segala kekurangan agar desainmu outstanding!
Beberapa poin krusial di atas kuharap bisa meningkatkan peluang kamu memenangkan kompetisi
desain dengan cepat. Jangan ragu menerapkan tipsnya ya.
Selamat berkreasi dan semoga sukses meraih juara!
Kesimpulan
- Pahami brief kontes dan riset terlebih dahulu sebelum mendesain agar sesuai kebutuhan
- Gunakan referensi dan tren desain terbaru agar eye catching
- Pertimbangkan aspek psikologis warna dan layout rapi
- Gaya minimalis paling mudah diterapkan dan mencolok
- Fokus pada objek utama dengan proporsi dan ukuran pas
- Hindari elemen berlebih agar simple dan mudah dipahami
- Pastikan resolution gambar high res tanpa pixelated
- Desain mobile-friendly dan test di berbagai device wajib
- Lengkapi documents pendukung konsep desain
- Submit tepat waktu dan promosikan lewat sosial media
- Terima feedback dan lakukan revisi desain jika perlu
Dengan menerapkan tips di atas, kamu memiliki peluang besar menang kontes desain dengan cepat. Jadi jangan ragu memberikannya ke karya terbaikmu. Semangat!
FAQ
Berapa lama proses desain yang ideal agar menang kontes?
► Idealnya luangkan waktu 1-2 minggu untuk riset, sketsa, pembuatan konsep dan revisi agar hasil desain matang dan layak menang.
Bolehkah mencantumkan identitas diri pada file desain kontes?
► Sebaiknya identitas diri seperti nama, logo, watermark dan copyright jangan dicantumkan dulu pada file desain untuk menghindari unsur SARA atau KEPO dari juri selama proses penjurian berlangsung.
Berapa banyak kontes desain yang disarankan diikuti per bulan?
► Disarankan pilih 1-3 kontes desain per bulan dengan konsep mirip agar bisa fokus mengerjakan satu desain dengan detail dan peluang menang lebih tinggi dibanding asal ikut banyak kontes tapi setengah-setengah.



