Expert Review

Tips dan Trik untuk Memulai Karir sebagai HRD

Mencari pekerjaan memang tidak mudah, apalagi di masa pandemi seperti ini. Tapi tenang saja, ada banyak peluang kerja di bidang sumber daya manusia (SDM), khususnya untuk posisi Human Resources Development (HRD). Bagi kamu yang ingin memulai karir di bidang HRD, berikut tips dan triknya.

Pahami Tugas dan Tanggung Jawab HRD

Sebelum memulai karir sebagai HRD, pertama kamu harus paham tugas dan tanggung jawabnya apa saja. Secara umum, HRD bertugas untuk:

  • Mengelola rekrutmen karyawan baru
  • Melakukan pelatihan dan pengembangan karyawan
  • Mengelola sistem penilaian kinerja
  • Menangani program retensi dan turnover karyawan
  • Mengelola program kesejahteraan karyawan
  • Memastikan kepatuhan pada peraturan ketenagakerjaan

Jadi bisa dibilang, HRD adalah jantungnya pengelolaan SDM di perusahaan untuk memastikan perusahaan mendapatkan, mengembangkan, dan menjaga karyawan yang kompeten.

“HRD harus jadi mitra strategis bagi perusahaan dalam mengelola aset terpenting, yaitu karyawannya,”

Kuasai Ilmu Manajemen SDM dan Organisasi

Setelah paham tugasnya, langkah selanjutnya tentu saja mempelajari ilmu-ilmu yang dibutuhkan oleh seorang HRD. Kamu bisa mempelajari ilmu manajemen SDM, psikologi industri dan organisasi, hingga manajemen organisasi.

Intinya kita harus paham aspek rekrutmen, pelatihan, pengembangan karir, sistem imbal jasa, Hubungan Industrial (HI), hingga budaya dan perilaku organisasi. Semakin luas wawasan kita di bidang SDM, tentu saja akan semakin meningkatkan kompetensi kita sebagai seorang HRD.

Rencanakan Pendidikan Formal yang Tepat

Program StudiDeskripsi
PsikologiMempelajari perilaku manusia termasuk dalam konteks organisasi
ManajemenMempelajari berbagai bidang bisnis termasuk manajemen SDM
S1 HRMSpesialisasi penuh di bidang manajemen SDM

Untuk memulai karir di bidang HRD, sangat dianjurkan untuk mengambil pendidikan formal khusus di bidang SDM, misalnya dengan mengambil program studi Psikologi, Manajemen, atau S1 HRM.

Psikologi akan membekali pemahaman mendalam tentang perilaku dan motivasi manusia. Manajemen memberikan pemahaman luas tentang bisnis, termasuk operasional dan strategi SDM. Sementara S1 HRM adalah spesialisasi lengkap untuk karir di bidang SDM.

Jadi sesuaikan pilihan jurusan kuliahmu berdasarkan minat dan bidang spesifik mana di dunia HR yang ingin kamu tekuni.

Lakukan Magang atau Kerja Praktik di Bidang SDM

Selain pendidikan formal, sangat penting bagi calon HRD untuk mendapatkan pengalaman praktik kerja langsung di bidang SDM melalui magang atau kerja praktik.

Dengan magang, kita bisa mendapatkan gambaran nyata tugas-tugas HRD dan mengasah skill yang dibutuhkan. Biasakan melamar magang di bagian SDM di berbagai perusahaan untuk meningkatkan peluangmu.

Beberapa posisi magang yang bisa dilamar antara lain:

  • Asisten Officer Rekrutmen
  • Asisten Pelaksana Pelatihan
  • Asisten Administrasi SDM
  • dan posisi serupa lainnya

Bangun Jaringan dengan Para Profesional SDM

Membangun jaringan atau koneksi adalah salah satu kunci penting untuk membuka peluang karir. Kamu bisa mulai membangun hubungan dengan para profesional di bidang SDM, baik melalui media sosial, forum HRM, hingga berpartisipasi di komunitas SDM.

Dengan begitu, kita bisa mendapatkan insight berharga, informasi lowongan kerja, hingga referensi langsung saat akan melamar pekerjaan. Jadi rajin-rajinlah bangun personal branding dan jaringan sejak dini.

Kuasai Ketrampilan Wawancara dan Seleksi Karyawan

Tugas pokok HRD adalah rekrutmen karyawan baru. Sebagai calon HRD, tentu saja kita harus menguasai seluk-beluk proses rekrutmen dan seleksi karyawan.

Beberapa ketrampilan kunci yang wajib dikuasai antara lain teknik wawancara kandidat, psikotes, assessment centre, hingga background check. Semakin mahir kita dalam hal ini, akan semakin meningkatkan peluang kita untuk memulai karir di bidang rekrutmen SDM.

Pelajari Teknik Evaluasi Kinerja Karyawan

Selain rekrutmen, salah satu tugas rutin HRD adalah mengevaluasi kinerja karyawan. Kita harus paham cara mendesain sistem penilaian kinerja, Key Performance Indicator, hingga teknik evalusi yang efektif dan objektif.

Beberapa teknik evaluasi kinerja yang populer antara lain:

  • Management by Objectives (MBO)
  • Key Performance Indicator (KPI)
  • 360 Feedback

Kuasai teori dan praktik evaluasi kinerja akan sangat menunjang karirmu sebagai HRD.

Kuasai Sistem Penggajian dan Tunjangan

Mendesain dan mengelola sistem imbal jasa termasuk penggajian dan tunjangan karyawan adalah salah satu tugas penting HRD. Kita harus paham konsep equitable dan competitive compensation dalam mendesain total remuneration perusahaan.

Beberapa hal yang perlu dikuasai terkait kompensasi dan benefit antara lain:

  • Konsep gaji, upah, dan insentif
  • Tingkat/standar gaji di industri
  • Jenis tunjangan (Jamsostek, asuransi, cuti dsb)
  • Perhitungan pajak penghasilan

Pahami Regulasi Ketenagakerjaan yang Berlaku

Sebagai pekerja pengelola SDM, HRD juga harus selalu update terhadap regulasi ketenagakerjaan serta kebijakan pemerintah terkait dunia HR.

Beberapa peraturan kunci yang wajib dipahami calon HRD antara lain:

  • UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
  • PP No. 35 Tahun 2021 soal PKWT, Alih Daya, Waktu Kerja
  • Permenaker tentang Upah Minimum, Jamsostek, dll.

Kuasai Aplikasi SDM Terkini

Berikutnya, HRD juga dituntut untuk mahir menggunakan aplikasi-aplikasi SDM terkini seperti HRIS (Human Resources Information System) dan payroll system untuk membantu tugas-tugas pengelolaan data karyawan.

Beberapa contoh aplikasi SDM populer yang bisa dipelajari:

  • SAP SuccessFactors
  • Oracle HCM Cloud
  • Gusto
  • BambooHR
  • dan lainnya

Semakin up-to-date kita dengan teknologi SDM terbaru, akan meningkatkan nilai kita di mata perusahaan.

Tingkatkan Kemampuan Berkomunikasi dan Presentasi

Sebagai pekerja pengelola SDM, skill komunikasi dan presentasi sangat krusial dimiliki. Kita dituntut bisa berkomunikasi secara efektif dan persuasive ke berbagai pihak seperti pimpinan perusahaan, karyawan, hingga vendor eksternal.

Beberapa tips meningkatkan kemampuan komunikasi & presentasi:

  • Ikuti pelatihan public speaking
  • Rajin presentasi & berdiskusi di kelas
  • Bangun kepercayaan diri
  • Persiapkan materi presentasi dengan baik
  • Berlatih berulang-ulang

Rajin Mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi SDM

Selain pendidikan formal, kita juga perlu rajin mengikuti berbagai kursus, pelatihan, workshop, atau program sertifikasi untuk terus mengasah kemampuan di bidang SDM.

Beberapa sertifikasi bidang SDM yang populer dan diakui pasar kerja:

  • Sertifikasi HRBP dari LSPHRI
  • Qualified TES dari CareerTrack
  • Psikologi Industri dari Fakultas Psikologi Perguruan Tinggi

Dengan portofolio pelatihan dan sertifikasi yang bagus, akan semakin meningkatkan daya saing kita di dunia HR.

Bangun Personal Branding di Media Sosial

Membangun personal branding atau reputasi diri secara online juga krusial dilakukan. Kita bisa memanfaatkan media sosial seperti LinkedIn, Instagram, Twitter, hingga menulis blog tentang dunia HR.

Dengan begitu calon rekruter bisa mengenali kita dan kompetensi kita di bidang SDM sebelum kita lamar kerja. Hal ini akan sangat meningkatkan peluang kita untuk dipanggil interview di perusahaan idaman.

Magang atau Ambil Posisi Asisten HRD

Setelah lulus kuliah, magang atau posisi asisten HRD bisa menjadi batu loncatan terbaik untuk mulai berkarir di bidang SDM.

Di posisi ini, kita bisa belajar banyak dari HRD senior tentang seluk-beluk pekerjaan SDM sekaligus membangun relasi di internal perusahaan.

Networking yang kuat dengan para pimpinan dan HRD senior ini yang nantinya bisa membuka kesempatan untuk promosi atau rekomendasi ke perusahaan lain.

Setelah Berpengalaman, Bisa Mencoba Menjadi HRD Outsource

Jika sudah berpengalaman menjadi asisten HRD atau pernah magang cukup lama, kita juga bisa mencoba menjadi HRD lepas di perusahaan-perusahaan outsource.

Beberapa contoh perusahaan HRD outsource populer antara lain Kalibrr, Taralite, PI Channel, Hiring Channel, dll. Di sini kita bisa mengasah hard skill HR sambil membangun portofolio klien perusahaan.

Nantinya pengalaman outsource ini juga bisa menjadi nilai jual saat akan melamar ke posisi HRD internal di perusahaan.

Jika Sudah Siap, Lamar Posisi HRD di Perusahaan

Setelah merasa memiliki pengalaman, skillset, dan portofolio yang memadai hasilmagang dan bekerja di HRD outsource, saatnya mulai lamar posisi HRD di berbagai perusahaan yang kita minati.

Beberapa posisi entry-level di departemen SDM yang biasa dibuka antara lain:

  • Staf Rekrutmen
  • Staf Pelatihan dan Pengembangan
  • Staf Hubungan Industrial
  • Officer/Supervisor HRD

Tetapkan target perusahaan dan posisi dengan fitur Profil Pekerjaan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman awal yang sudah kita miliki.

Fokus Menangani Administrasi dan Rekrutmen Dulu

Di tahap awal karir sebagai HRD, kita perlu fokus build skill dan track record dulu pada fungsi-fungsi operasional seperti administrasi data karyawan atau rekrutmen.

Setelah penguasaan dan hasil kerja kita di bidang ini sudah bagus dan terbukti, barulah kita bisa mulai geser ke posisi yang lebih strategic seperti Pengembangan Organisasi, Training, atau Hubungan Industrial.

Jangan terburu-buru ingin menduduki posisi tinggi, tetapi pastikan kompetensi dan achievemet kita telah terbukti solid di tingkat awal dulu.

Setelah Mahir, Tingkatkan Keahlian di Bidang Lainnya

Setelah 1-2 tahun menjadi HR Officer atau Supervisor dan mahir mengelola fungsi administrasi dan rekrutmen, saatnya meningkatkan keahlian ke bidang lain seperti: pelatihan, analisis jabatan, penilaian kinerja, hingga pengembangan karir.

Kita bisa mulai project improvement di bidang ini misalnya dengan mengajukan ide pelatihan baru, metode evaluasi kinerja yang lebih baik, atau program retensi karyawan.

Dengan peningkatan keahlian dan kontribusi kita di berbagai bidang SDM ini, akan meningkatkan peluang untuk naik jabatan ke posisi strategic seperti Manajer SDM.

Bangun Hubungan Baik dengan Karyawan dan Manajemen

Selain teknis pekerjaan, sebagai HR kita juga dituntut untuk membangun hubungan interpersonal yang baik dengan karyawan, pimpinan perusahaan, hingga serikat pekerja.

Komunikasi dan hubungan baik yang terjalin dengan berbagai pihak ini akan sangat menunjang kelancaran tugas-tugas SDM kita. Jadikan diri kita sebagai trusted-partner bagi semua lini organisasi.

Terus Update Pengetahuan Tentang Perkembangan HR

Dunia SDM sangat dinamis dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Oleh karena itu sebagai HRD harus jeli dan terus up-to-date dengan berbagai tren baru bidang SDM baik dari sisi teori, praktik di industri, teknologi HR, hingga regulasi pemerintah.

Beberapa cara efektif mengikuti perkembangan dunia HR antara lain berlangganan jurnal HR, gabung komunitas SDM, ikuti forum HR di media sosial, pelatihan rutin, hingga rajin membaca blog HR.

Dengan begitu kita bisa terus mengasah diri dan menjaga relevansi kompetensi yang dimiliki dengan tuntutan pasar kerja.

Jadilah Anggota Asosiasi Profesi untuk Networking

Terakhir, sangat disarankan untuk bergabung menjadi anggota asosiasi profesi bidang SDM seperti ASP2K (Asosiasi SDM Profesional Indonesia) atau LSP-HRi (Lembaga Sertifikasi Profesi Human Resources Indonesia).

Dengan bergabung di komunitas ini, kita bisa menjalin relasi dan bertukar informasi dengan sesama profesional SDM dari berbagai latar belakang perusahaan dan industri.

Networking yang kuat sangat krusial untuk membangun karir jangka panjang di bidang SDM. Selain itu, sebagai anggota asosiasi biasanya kita juga berhak untuk mengikuti berbagai workshop, pelatihan, konferensi dengan biaya khusus anggota.

Nah, itu dia panduan lengkap tips dan trik untuk memulai karir sebagai HRD untuk para pencari kerja. Semoga informasi di atas bisa menginspirasi dan memudahkan perjalanan karirmu di bidang SDM. Tetap semangat dan jangan menyerah!

Kesimpulan

Beberapa kesimpulan kunci dari panduan di atas antara lain:

  • Pahami tanggungjawab dan pelajari seluk-beluk manajemen SDM
  • Rencanakan pendidikan formal bidang SDM: Psikologi, Manajemen atau HRM
  • Lakukan magang di rekrutmen, pelatihan atau administrasi SDM
  • Bangun jaringan profesional dan personal branding
  • Kuasai hardskill teknis bidang HRM: rekrutmen, pelatihan, penilaian kinerja, sistem imbal jasa, regulatori HR
  • Tingkatkan softskill: komunikasi, presentasi, hubungan interpersonal
  • Pelatihan dan sertifikasi rutin yang sesuai
  • Siapkan portofolio, lalu lamar posisi HRD di perusahaan

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait memulai karir di bidang HRD:

Pertanyaan: Apakah saya bisa jadi HRD tanpa latar belakang pendidikan SDM atau Psikologi?

Jawaban: Bisa saja, namun tentu akan jauh lebih sulit karena kompetensi teknis di bidang SDM sangat penting dimiliki HRD. Jika ingin beralih ke HR tanpa latar belakang SDM, disarankan ambil kursus atau pelatihan HR lintas fungsional dulu untuk meningkatkan employability.

Pertanyaan: Berapa gaji entry level HRD di Indonesia?

Jawaban: Gaji entry level HRD di Indonesia rata-rata berkisar antara Rp4 hingga 7 juta per bulan. Tentu saja tergantung ukuran & status perusahaan, posisi spesifik, dan kompetensi masing-masing individu. Makin besar perusahaan dan makin tinggi jabatan, gaji makin besar.

Pertanyaan: Apakah karir sebagai HRD itu masa depannya bagus?

Jawaban: Sangat bagus! Lulusan bidang SDM, terutama HRM/HRD sangat dibutuhkan dan akan terus dibutuhkan perusahaan di berbagai skala dan industri. Peluang karir dan potensi pendapatan HRD akan terus meningkat seiring makin sadarnya perusahaan akan arti penting pengelolaan SDM.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button