Menjadi seorang Account Executive (AE) tidak lah mudah. Selain dituntut untuk memenuhi target penjualan, seorang AE juga harus pintar membangun dan menjaga hubungan dengan klien. Kuncinya, AE harus bisa menjadi mitra bisnis terpercaya bagi kliennya.
Kalau kamu berminat menjadi seorang AE ataupun baru saja memulai karir di bidang ini, artikel ini akan sangat membantu.
Daftar Isi
Pahami Produk & Layanan Perusahaan dengan Baik
Tunjukkan profesionalisme kamu dengan memahami produk dan layanan perusahaan secara menyeluruh ya. Ini akan membuat presentasi kamu menjadi lebih kredibel di mata calon klien.
Cari tahu keunggulan kompetitif produk kamu dibanding competitor, fitur yang paling disukai klien, garansi, layanan purnajual, dan lainnya secara detail.
“Pengetahuan mendalam tentang produk dan keunggulannya itu penting banget. Apalagi ketika kita dihadapkan pertanyaan seputar produk dari klien.”
Lalu pelajari juga:
- Produk apa yang paling laris dan banyak dibeli klien
- Produk apa yang sering dikomplain klien
- Produk mana yang belum familiar di pasar
Bekali kamu dengan informasi ini agar bisa memberikan rekomendasi produk terbaik ke klien.
Kuasai Pengetahuan Industri & Tren Pasar
Seorang AE juga harus mengikuti perkembangan industri dan tren pasar terkini yang berkaitan dengan produk yang ditawarkan. Misalnya tren digital marketing, perkembangan e-commerce, kebiasaan konsumen, hingga aktivitas pesaing.
Kenapa wajib? Karena dengan memahami tren pasar dan pergerakan industri kamu bisa:
- Baca peluang penjualan baru
- Beri masukan ke perusahaan untuk pengembangan produk
- Identifikasi kebutuhan spesifik klien
Contohnya ketika industri konstruksi lagi lesu, kamu bisa menawarkan produk yang lebih affordable atau paket kredit khusus agar penjualan tetap jalan. Be smart,!
Bangun Hubungan Baik dengan Klien Existing
Klien yang sudah ada jangan sampai terabaikan. Bangun terus hubungan baik dengan mereka lewat small talks, sesekali mampir ke kantornya dan kasih hadiah saat mereka ulang tahun atau lebaran.
Kenapa penting? Karena 5 kali lebih susah mencari klien baru dibanding mempertahankan klien lama. Lagipula, klien yang puas bisa jadi ambassador produk kita dan rekomendasikan ke relasinya.
Rajin Follow Up & Update ke Klien
Follow up rutin sangat penting untuk memastikan klien mendapatkan produk sesuai ekspektasi dan tidak ada kendala apapun. Follow up bisa dilakukan via telpon, email, bahkan kunjungan langsung ke lokasi klien.
Selalu update perkembangan terbaru produk dan layanan ke klien. Berikan special offer menarik agar mereka tetap loyal dan tidak beralih ke competitor.
Dengarkan Kebutuhan Klien dengan Aktif
Jangan asal tawarkan produk, tapi identifikasi dulu kebutuhannya apa. Caranya dengan tidak banyak bicara dan lebih banyak mendengarkan. Ajukan juga pertanyaan untuk mendapatkan info sedetail mungkin tentang permasalahan yang dihadapi klien.
Ingat, setiap klien punya kebutuhan dan kondisi yang berbeda. Oleh karena itu, sediakan waktu untuk benar-benar memahami kebutuhan spesifik mereka agar kamu bisa menawarkan solusi yang paling tepat sasaran.
Buat Penawaran yang Sesuai Kebutuhan Klien
Setelah paham kebutuhan klien, saatnya buat penawaran produk atau paket khusus yang sesuai dengan persoalan dan anggarannya.
Misalnya jika klien ingin menghemat biaya distribusi, kamu bisa menawarkan aplikasi manajemen logistik atau kerjasama dengan jasa delivery order. Jika anggaran terbatas, kasih opsi pembayaran kredit atau diskon besar.
Penawaran yang tepat sasaran dan personal ini akan sangat dihargai klien. Mereka merasa dipahami kebutuhannya dan tidak asal dijejali produk yang sering dilakukan AE kurang profesional.
Jangan Terlalu Agresif Menawarkan Produk
Jujur saja, kebanyakan orang risih dengan AE yang terlalu agresif dan maksa menawarkan produknya. Belum apa-apa, omongannya sudah diserobot promosi produk melulu.
Hindari perilaku ini ya,. Jadilah AE yang santai tapi fokus. Dengarkan dulu kebutuhan klien baru usulkan solusi terbaik berdasarkan produk yang kita punya.
Berikan Solusi, Bukan Sekedar Menjual Produk
Sebutan idealnya bukan salesman tapi business solution consultant. Artinya kita memang menjual produk tapi lebih ke arah memberikan solusi bisnis untuk mengatasi permasalahan klien.
Contoh kasus: Seorang klien restoran kewalahan mengelola pembayaran tunai karena sering ada kelebihan atau kekurangan uang. Solusinya kita jualkan mesin kasir terintegrasi lengkap dengan software manajemen resto.
Nah itu baru benar menjual solusi!
Tunjukkan Value & Manfaat Produk Buat Klien
Saat presentasi produk fokuskan pada customer value atau benefit yang bisa didapat klien, jangan terlalu teknis ke fitur dan spesifikasi. Misal “Pakai aplikasi ini bisa hemat waktu 60% untuk input data penjualan per harinya”.
Testimoni dari klien yang sudah pakai juga bagus untuk meyakinkan calon klien tentang value yang bakal dia dapatkan.
Bangun Kepercayaan & Kredibilitas di Mata Klien
Kuncinya adalah tidak menjanjikan sesuatu yang tidak bisa kita tepati. Jika kita mampu selalu memenuhi komitmen, klien otomatis percaya dan yakin kita profesional.
Bagaimana caranya?
- Penuhi deadline pengiriman produk
- Produk yang dikirim harus sesuai spesifikasi
- Segera respons jika ada keluhan atau kendala
Jaga Komitmen dan Janji ke Klien
Komitmen yang sudah disepakati dengan klien wajib ditepati, jangan sampai diingkari hanya karena alasan sepele. Apalagi janji yang sudah keluar dari mulut sendiri. Daripada meminta maaf terus menerus lebih baik tidak janji yang tidak pasti bisa dipenuhi.
Cara menepati komitmen:
- Kirim produk tepat waktu sesuai tanggal yang disepakati
- Berikan garansi atau penggantian jika produk cacat/rusak
- Selesaikan admin birokrasi dan legalitas tepat deadline
Berikan Layanan Purna Jual Excellen
Layanan purna jual seperti garansi, maintenance, suku cadang, dll juga poin utama AE untuk memberi kenyamanan ke klien. Pastikan layanan ini berjalan lancar agar klien loyal bertahun-tahun.
Beberapa hal yang biasa dikeluhkan klien:
- Biaya service mahal
- Spare parts sulit didapat
- Proses klaim garansi ribet
Atasi masalah ini untuk layanan purna jual excellent. Klien bakal betah dan terus berlangganan dengan perusahaan kita.
Rajin Melakukan Riset Pasar dan Competitor
Sebagai sales, kita harus jadi “Mata-mata Pasar” yang selalu update info terbaru seputar marketing, product trends, competitor pricing, dll. Caranya bisa survei ke lapangan atau internet.
Informasi ini berguna buat bikin strategi penjualan yang tepat sasaran. Misalnya kita bisa lakukan sparse pricing untuk menarik minat klien dari produk sejenis merk lain.
Kembangkan Network Luas untuk Dapat Lead Baru
Jaringan bisnis yang luas jadi kunci sukses seorang AE, apalagi buat mendapatkan lead atau klien baru. Makanya, banyaklah menghadiri pameran, seminar, reuni kampus, dan kegiatan sosial. Siapa tahu bisa dapat calon klien dari situ.
Network bisa juga lewat social media kayak LinkedIn dan FB. Follow terus grup-grup industri terkait untuk cari info peluang bisnis.
Optimalkan Tools CRM untuk Manajemen Klien
| Kegiatan | Tools yang Bisa Digunakan |
|---|---|
| Data & Kontak Klien | Hubspot CRM, Insightly, Zoho CRM |
| Email Marketing | MailChimp, SendinBlue, GetResponse |
| Whatsapp Broadcast | GetContact, BulkWhastapp |
| Analytics | Mixpanel, Amplitude |
CRM atau Customer Relationship Management merupakan software khusus untuk mengelola hubungan dengan klien/pelanggan.
Di tabel ini beberapa contoh tools CRM populer yang bisa kamu gunakan agar manajemen data klien lebih rapi, terorganisir dan terintegrasi dengan baik.
Kuasai Keterampilan Presentasi & Negosiasi
Ayo tingkatkan terus kemampuan presentasi penjualan dan negosiasi deal kamu. Karena 2 hal itu sangat krusial untuk meyakinkan klien membeli produk kita.
Beberapa tips presentasi efektif:
- Pembukaan yang menarik perhatian
- Fokus ke manfaat produk buat klien
- Gunakan alat bantu visual (chart, foto)
- Bahasa tubuh enerjik dan kontak mata
- Selipkan humor untuk mencairkan suasana
Kalau negosiasi:
- Dengarkan dulu tawaran atau argumen klien
- Ajukan penawaran balik yang mendekati ekspektasi klien
- Berikan opsi lain jika tidak sepakat di satu poin
- Gapai komitmen akhir yang menguntungkan kedua pihak
Terus Update Skill Penjualan & Marketing
Era digital yang sangat dinamis mengharuskan AE terus belajar dan update skillnya agar tidak ketinggalan dibanding competitor.
Beberapa cara update skill AE:
- Ikuti kursus atau pelatihan penjualan minimal 1x setahun
- Baca buku atau majalah bisnis rutin
- Bergabung ke forum atau komunitas digital marketing
- Subscribe channel Youtube tentang sales & marketing
Jaga Penampilan Profesional saat Meeting
Penampilan yang rapi dan profesional akan meningkatkan kesan positif klien terhadap kita dan perusahaan yang diwakili.
Beberapa hal yang wajib diperhatikan:
- Pakaian sopan, rapi dan tidak norak
- Segar dan tidak berkeringat
- Make up tipis dan natural (untuk perempuan)
- Parfum harum tapi tidak menyengat
Manfaatkan Data & Metrics untuk Evaluasi Kinerja
Banyak tools digital marketing bisa dimanfaatkan AE untuk monitoring kinerja seperti:
- Jumlah lead yang masuk via digital marketing
- Tingkat konversi lead ke deal project
- Target penjualan per klien per bulan
- Effectiveness program loyalty atau referral
Evaluasi rutin akan membantu kita melakukan improvement terus menerus. Pokoknya jangan asal jualan ya!
Bangun Mindset Positif & Pantang Menyerah
Menjadi AE bisa memilukan saat penolakan atau penutupan deal tidak kunjung dapat. Makanya diperlukan mental baja & mindset positif pantang menyerah.
Beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Meditasi atau berdoa agar pikiran rileks
- Olahraga teratur untuk boost semangat
- Makan makanan sehat yang bikin badan fit
- Positive self-talk dan affirmasi diri
- Reward diri sendiri saat target tercapai
Jaga Kesehatan Fisik & Mental agar Tetap Prima
Kondisi fisik dan mental yang bugar sangat penting agar kita tetap semangat dan fokus menjalani aktivitas sebagai AE yang padat dan menguras energi.
Beberapa tips menjaga kesehatan:
- Cukupi kebutuhan tidur, minimal 7 jam per hari
- Makan makanan bergizi seimbang
- Hindari merokok dan minum alkohol berlebihan
- Istirahat total 1 hari di akhir pekan
- Refreshing atau liburan minimal 3 bulan sekali
Kesimpulan
Menjadi account executive handal bukan hal yang mudah tapi pasti bisa dicapai dengan terus belajar dan berlatih. Kuasai dulu produk dan industri tempat kita bersaing agar bisa memberikan solusi bisnis terbaik untuk klien. Tetap semangat, positif dan menjaga kesehatan agar karir di bidang sales & marketing bisa terus melesat. Semoga artikel ini bisa jadi pemacu dan penuh inspirasi untuk Meraih Sukses. Ayo jadi account executive profesional dan disegani kompetitor!



