Jika Anda tertarik untuk menjadi seorang profesional Business Development, Anda berada di tempat yang tepat! Business Development (BD) adalah posisi menarik yang membutuhkan keterampilan bisnis dan interpersonal tingkat tinggi. Dengan panduan ini, Anda akan tahu persis apa yang perlu dilakukan untuk menjadi profesional BD ulung.
Apa Itu Business Development?
Sebelum kita masuk lebih jauh, penting untuk memahami apa sebenarnya Business Development itu. Secara singkat, BD adalah segala upaya untuk menumbuhkan bisnis dengan menjalin hubungan dan kemitraan baru.
Tugas utama seorang Business Development Executive adalah:
- Mencari peluang bisnis baru
- Menjalin kerja sama dan kemitraan baru
- Meningkatkan visibility perusahaan
- Membangun hubungan dengan klien
- Membuat strategi pertumbuhan jangka panjang
Jadi bisa dibilang, mereka adalah “wajah” perusahaan dalam menjalin relasi bisnis baru. Karena itu, diperlukan keterampilan komunikasi dan interpersonal tinggi untuk posisi ini.
Mengapa Business Development Penting?
Mengapa perusahaan butuh tim atau profesional Business Development? Ada beberapa alasan penting:
- Pertumbuhan bisnis. Ini adalah tujuan utama BD, yaitu secara agresif mencari peluang baru agar bisnis bisa terus berkembang.
- Mitigasi risiko. Dengan terus mencari peluang dan mitra baru, risiko ketergantungan pada satu atau beberapa klien bisa dikurangi.
- Kembali profit. Unit BD bertanggung jawab mencari pendapatan baru untuk memastikan perusahaan selalu kembali profit.
- Efisiensi sumber daya. Tim BD bisa menjadi garda depan sebelum sumber daya besar dialokasikan untuk mengejar peluang potensial.
Jadi bisa dikatakan bahwa Business Development sangat kritikal untuk pertumbuhan jangka panjang dan keberlanjutan sebuah perusahaan.
Skill dan Mindset yang Dibutuhkan
Untuk bisa sukses sebagai profesional Business Development, ada beberapa skill dan mindset penting yang harus dimiliki, yaitu:
Skill
- Kemampuan berkomunikasi tinggi, baik lisan maupun tulisan
- Kemampuan presentasi dan persuasi ulung
- Kemampuan analitikal dan strategi bisnis
- Pengetahuan tentang metrik dan KPI bisnis
- Menguasai teknik negosiasi win-win
Mindset
- Proaktif dan berorientasi pertumbuhan tinggi
- Berpikiran terbuka dan kreatif
- Bersedia belajar hal baru setiap saat
- Fokus pada value lebih daripada sekedar produk
- Rendah hati dan mau mendengarkan
Dengan skill dan mindset tersebut, Anda akan jauh lebih siap menjadi profesional BD yang andal.
Pendidikan Formal yang Dibutuhkan
Seberapa jauh pendidikan formal yang dibutuhkan untuk menjadi Business Development Executive?
Secara umum, minimal diperlukan pendidikan dengan rincian sebagai berikut:
- Strata 1 (S1) dari jurusan bisnis, ekonomi, atau manajemen.
- Magister Manajemen (S2) adalah nilai plus besar, tetapi tidak selalu wajib.
Adapun bidang studi yang paling relevan adalah:
- Business Administration
- Management
- Marketing
- Strategic Management
- Entrepreneurship
Walaupun demikian, fresh graduate dari jurusan apapun juga masih sangat mungkin untuk melamar ke posisi Business Development asalkan mau belajar dan berkembang di bidang ini.
Jadi pada dasarnya, kemauan untuk terus belajar dan berkembang jauh lebih penting ketimbang sekedar ijazah pendidikan formalnya.
Sertifikasi yang Berguna
Selain pendidikan formal, mengantongi sertifikasi profesional berikut juga akan sangat meningkatkan employability:
- Business Development Management
- Strategic Account Management
- Business Analysis
- Business Development Strategies
- Value Selling & Negotiation
Kebanyakan sertifikasi ini ditawarkan oleh perguruan tinggi atau lembaga pelatihan profesional.
Berikut adalah contoh lembaga pelatihan profesional ternama di Indonesia yang menawarkan program sertifikasi terkait Business Development:
| Lembaga | Program Sertifikasi |
|---|---|
| LSPP | Business Development Executive |
| IBI | Certified Business Development Analyst (CBDA) |
| Prasetiya Mulya | Business Development Strategy |
Sertifikasi membantu menunjukkan komitmen Anda untuk terus mengasah kemampuan sebagai profesional Business Development.
Magang atau Kerja Sukarela
Untuk memberi bekal pengalaman nyata, langkah bagus berikutnya adalah mencari kesempatan magang atau kerja sukarela terkait Business Development, misalnya:
- Magang di perusahaan rintisan (startup) di unit bisnis mereka
- Kerja sukarela di komunitas bisnis seperti komunitas co-working space
- Bergabung dalam tim proyek kewirausahaan di kampus
- Bekerja paruh waktu di unit BD perusahaan
Dengan terlibat langsung dan mengenakan “baju perusahaan”, Anda bisa belajar banyak hal tentang pengembangan bisnis nyata di lapangan. Gunakan kesempatan ini untuk mengasah skill, menambah relasi, dan membangun portofolio.
“Pengalaman kerja lapangan di masa awal karir saya memberi fondasi yang kokoh dalam merintis perusahaan sendiri di kemudian hari,” ujar Alex, founder startup sukses.
Jadi jangan ragu untuk mencari pengalaman langsung seawal mungkin di dunia Business Development!
Mulai sebagai Sales untuk Pelajari Produk & Pasar
Sebelum fokus sepenuhnya menjadi Business Development Executive, langkah bijak adalah mengawali karir sebagai Sales terlebih dahulu. Kenapa?
Dengan berperan sebagai Sales, setidaknya untuk 1-2 tahun karir awal, Anda bisa:
- Benar-benar memahami produk dan layanan perusahaan
- Mengenal pasar dan pelanggan potensial
- Membangun hard skill berinteraksi dan berpresentasi
Nantinya semua pemahaman ini akan sangat berguna ketika Anda beralih menjadi BDE. Seorang BD yang tangguh harus paham betul seluk-beluk produk dan pasarnya.
Jadi jangan ragu untuk “turun gunung” dulu menjadi Sales di awal karir, sebelum akhirnya “naik gunung” menjadi Business Development Executive.
Bekerja di Startup untuk Belajar dari Nol
Startup merupakan “tanah subur” yang tepat untuk mengasah kemampuan Business Development. Kenapa demikian?
Karena di perusahaan rintisan, Anda dipaksa untuk:
- Terjun langsung menangani semua proses bisnis
- Berpikir kreatif dengan segala keterbatasan
- Berinovasi membangun sistem dari nol
- Bekerja di bawah tekanan dengan sumber daya minim
Singkatnya, startup adalah “sekolah bisnis” yang super intensif. Semua keterampilan BD Anda akan terasah di lingkungan yang sangat dinamis dan penuh tantangan ini.
Jadi jika ada kesempatan, jangan ragu untuk bergabung di startup terlebih dahulu sebelum akhirnya pindah ke perusahaan yang lebih mapan. Pengalaman di “dunia nyata” startup sangat berharga dalam membentuk karakter Anda sebagai profesional BD ulung kelak.
Bangun Jaringan Luas
Kunci sukses seorang Business Development Executive adalah jaringan bisnis. Makin banyak relasi yang Anda punya, makin banyak peluang baru yang bisa diraih.
Untuk itu, sejak awal sudah bangun kebiasaan untuk:
- Aktif bertanya & berdiskusi di komunitas profesi
- Rajin datang ke seminar & acara bisnis
- Bergabung dengan organisasi kewirausahaan
- Mengikuti business gathering dan konferensi
- Melakukan informational interviews
- Mencari mentor yang sudah sukses di bidang BD
Intinya, jangan pernah berhenti berjejaring. Kumpulkan kartu nama sebanyak-banyaknya. Siapa tahu di kemudian hari bisa terjalin kerjasama atau kemitraan strategis dari situ.
“Jaringan Anda menentukan peluang Anda,” tuturSherly, Top BDE di perusahaannya.
Jadi mulai sekarang, bangun kebiasaan berjejaring setiap ada kesempatan. Buahnya pasti akan terpetik di kemudian hari.
Terus Belajar Tren Terkini
Dunia bisnis sangat dinamis dan terus berubah dengan cepat. Untuk itu, Anda harus memiliki passion untuk belajar sepanjang hayat.
Beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan antara lain:
- Langganan newsletter startup atau biz journals
- Baca buku bisnis best-seller terbaru
- Dengarkan podcast tentang entrepreneurship
- Ikuti influencer bisnis di media sosial
- Luangkan waktu setiap minggu untuk belajar hal baru
Menjadi “kuper” yang hanya memikirkan bisnis sebatas mejanya saja adalah kesalahan fatal. Anda harus membuka perspektif dengan terus mengikuti perkembangan dunia bisnis global.
Cara termudah? Luangkan 20-30 menit setiap hari untuk aktivitas mini di atas. Hasilnya pasti terasa dalam beberapa bulan ke depan.
Kuasai Keterampilan Presentasi
Presentasi yang memukau adalah senjata pamungkas seorang Business Development Executive. Lewat presentasi, Anda bisa:
- Menarik minat klien prospektif
- Menyakinkan mitra untuk menyetujui proposal
- “Memesona” ruang meeting dan mencuri perhatian
Sayangnya, kemampuan presentasi yang hebat tidak didapat secara instan. Butuh latihan dan pengalaman bertubi-tubi, antara lain:
- Praktik presentasi sendiri di depan cermin
- Rekam presentasi Anda untuk evaluasi
- Ikut kelas public speaking
- Mulai dari presentasi ringan ke yang lebih “berat”
- Terima masukan evaluasi untuk terus meningkat
Lewat proses panjang inilah akhirnya Anda bisa mengasah “soft skill emas” yang satu ini. Jadilah presenter ulung dan yakinkan siapapun dalam beberapa menit saja lewat pitches sempurna Anda.
Tingkatkan Analitikal & Strategi Bisnis
Seorang Business Development Executive yang hebat haruslah sosok analitis sekaligus strategis. Mereka paham betul metrik, angka, dan KPI apa yang memengaruhi bisnis.
Selain itu, mereka juga bisa menyusun strategi jangka panjang untuk bersaing dan terus tumbuh di tengah pasar yang dinamis.
Untuk itu, fokus tingkatkan kemampuan analitikal dan berpikir strategis Anda. Beberapa caranya:
- Pelajari model analisis seperti SWOT, PESTEL, Porter 5 Forces, dll.
- Kuasai metrik aplikasi seperti CAC, CLV, Burn Rate, Churn Rate, dll.
- Baca kasus bisnis nyata dan praktik analisisnya
- Diskusikan studi kasus dengan mentor atau profesional senior
- Terapkan strategi baru di bisnis nyata dan ukur hasilnya
Dengan analitikal dan strategi yang tajam, profil Anda sebagai BDE akan menjadi lebih lengkap dan menarik minat banyak perusahaan.
Tingkatkan Kemampuan Negosiasi
Sebagai Business Development Executive, hampir setiap hari Anda akan terlibat negosiasi. Misalnya:
- Negosiasi deal kontrak kerja sama
- Negosiasi diskon dengan vendor
- Negosiasi cara pembayaran yang menguntungkan
Tanpa kemampuan negosiasi ulung, sulit bagi Anda mencapai hasil terbaik di meja perundingan. Makanya, kuasai seni negosiasi win-win ini sejak dini.
Beberapa teknik negosiasi yang wajib dipelajari antara lain:
- Persiapan dasar sebelum negosiasi
- Teknik bertanya dan mendengarkan aktif
- Menyusun BATNA dan titik temu yang menguntungkan
- Strategi negosiasi win-win
- Adopsi ZOPA (Zone of Possible Agreement)
- Teknik mempengaruhi dan persuasi
Dengan bekal ini, Anda akan jadi negosiator ulung yang mampu mencapai kesepakatan bermanfaat bagi semua pihak.
Kuasai Seni Membangun Hubungan
Seorang Business Development Executive yang sukses adalah pembangun hubungan ulung. Mereka bisa cepat mencairkan suasana dan “memesona” lawan bicara hanya dalam waktu singkat.
Bagaimana cara mempelajari “soft skill” berharga ini? Beberapa kiat praktis yang bisa dilakukan pelan-pelan setiap harinya:
- Tanyakan pendapat lawan bicara agar dia merasa penting
- Cari shared interests untuk temukan kesamaan
- Penuhi janji dan tunjukkan reputasi yang baik
- Beri pujian yang tulus pada moment yang tepat
- Ingat detail kecil tentang lawan bicara
- Kirim ucapan di hari spesial mereka
Intinya, bangun hubungan yang hangat dan menyenangkan dengan siapapun bahkan dalam waktu singkat. Kemampuan ini akan sangat berguna ketika Anda harus berhadapan dengan klien baru setiap waktu.
Kuasai Pengetahuan Analitikal
Seorang BDE harus paham betul metrik dan angka yang memengaruhi bisnis. Beberapa contoh kunci yang wajib dikuasai:
CAC (Customer Acquisition Cost) = Biaya rata2 mendapatkan satu pelanggan
LTV (Lifetime Value) = Pendapatan rata2 selama pelanggan menggunakan produk
Burn Rate = Laju pengeluaran dana perusahaan per bulan
Conversion Rate = % pengunjung ke situs yang menjadi pelanggan
Churn Rate = % pelanggan yang berhenti langganan per bulan
Kuasai baik-baik konsep seperti di atas beserta aplikasinya dalam analisis pertumbuhan bisnis. Tanpa pengetahuan ini, analitikal dan strategi bisnis Anda akan sangat lemah.
Bangun Personal Branding
Saat ini, media sosial sudah jadi ladang bisnis yang luas. Banyak peluang kerja sama dan partnership pun berawal dari koneksi online.
Karena itu, penting bagi Anda membangun personal branding yang kuat di platform seperti LinkedIn, Twitter, dll.
Beberapa tips praktis yang bisa dilakukan:
- Buat profil profesional di LinkedIn
- Posting konten bisnis berkualitas
- Dokumentasikan aktivitas profesional
- Raih endorsement skill di LinkedIn
- Bangun network dengan banyak leader bisnis
Dengan personal branding online yang kuat, kalangan profesional dan talent acquisition akan jauh lebih mudah menemukan profil Anda.
Siap untuk Tekanan dan Terjun Lapangan
Menjadi seorang Business Development Executive berarti siap dengan tekanan dan terjun langsung ke lapangan. Pekerjaan ini sangat dinamis dan penuh target yang ketat.
Karenanya, kalibrasikan mental dan fisik supaya tahan menjalani ritme yang padat. Beberapa cara yang bisa dilakukan:
- Ciptakan ritual olahraga teratur
- Atur pola tidur dan istirahat cukup
- Lakukan refleksi dan perenungan secara rutin
- Libatkan diri dalam hobi atau komunitas
Tanpa mental dan fisik yang bugar, sangat sulit untuk survive apalagi berkarya optimal sebagai BDE dalam jangka panjang. Jadi, disiplinlah mengelola kondisi tubuh dan pikiran.
Fokus pada Value, Bukan Produk
Banyak BDE junior yang masih terjebak berpikir sebatas produk atau service. Mereka hanya bisa menawarkan spesifikasi dan fitur belaka tanpa menyentuh aspek nilai atau value yang bisa didapat klien.
Padahal yang ditunggu klien dari seorang BDE adalah value proposition, yaitu:
- Apa masalah bisnis yang bisa diatasi?
- Bagaimana produk ini akan tingkatkan keuntungan?
- Berapa ROI yang bisa diraih dengan bermitra?
Intinya, jangan pernah lagi berpikir layaknya salesman produk. Tugas Anda adalah menawarkan value dan dampak bisnis konkret ke calon mitra.
Itulah mindset yang membedakan BDE kelas atas dengan junior.
Kuasai Seni Bertanya yang Tepat
Keterampilan bertanya dengan tepat dan mendengarkan aktif adalah seni tersendiri dalam Business Development.
Anda perlu paham persis informasi atau data apa yang dibutuhkan guna menyiapkan proposal yang relevan.
Beberapa teknik bertanya yang baik dalam BD:
- Bertanya terbuka untuk triggering elaborasi
- Bertanya untuk konfirmasi dan klarifikasi
- Mengulang pertanyaan dengan kalimat berbeda
- Memberi jeda dan diam untuk memberi ruang bicara
Letakkan ego Anda untuk sejenak. Biarkan lawan bicara merasa paham betul kebutuhan mereka sudah tersampaikan. Dengan begitu, Anda bisa menyiapkan solusi yang pas sasaran.
Evaluasi dan Refleksi Rutin
Dalam bidang apapun, evaluasi dan refleksi adalah kunci untuk terus berkembang. Maka, jadikan kebiasaan untuk melakukan refleksi mini setelah setiap interaksi atau meeting penting.
Beberapa pertanyaan kunci yang perlu diajukan pada diri sendiri:
- Apa yang bisa ditangani dengan lebih baik?
- Data atau info apa yang masih kurang?
- Bagaimana bisa meningkatkan engagement?
Selain self-reflection, sangat penting juga meminta evaluasi dari atasan atau senior. Dengarkan setiap masukan dengan penuh keterbukaan.
Iterasi demi iterasi dari proses ini, skill Anda pasti akan terasah semakin tajam. Waktunya jadi BDE ulung!
Tetap Rendah Hati & Terbuka
Akhirnya, sikap rendah hati dan terbuka adalah kunci Anda bisa terus berkembang.
Jangan pernah berhenti belajar dan terima masukan dari siapapun, baik junior maupun senior. Hilangkan ego yang berlebihan akibat pujian atau prestasi.
Karena di luar sana selalu ada talenta hebat lain yang terus berkembang. Bila Anda jumawa dan berhenti belajar baru, maka dalam hitungan bulan saja akan ketinggalan.
Jadilah BDE yang selalu lapar akan umpan balik dan kritik membangun. Itulah sikap terbaik agarskill Anda terus diasah dan tak lekang dimakan zaman. Semangat!
Kesimpulan
Menjadi profesional Business Development bukanlah perjalanan yang mudah. Dibutuhkan komitmen tinggi untuk terus belajar dan mengasah diri.
Namun bila sanggup melalui proses panjang tersebut, karir sebagai BDE bisa sangat menjanjikan dan penuh tantangan. Anda akan menjadi ujung tombak pertumbuhan sebuah perusahaan dengan berburu peluang dan mitra strategis tanpa henti.
FAQ
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait profesi Business Development Executive:
Apakah saya bisa langsung jadi BDE tanpa pengalaman kerja sebelumnya?
Peluangnya kecil. Disarankan mengawali karir di bidang sales atau marketing terlebih dahulu untuk pendalaman produk dan pasar. Setelah 1-2 tahun, baru beralih menjadi BDE.
Berapa gaji rata-rata seorang Business Development Executive?
Secara rata-rata BDE bisa berpenghasilan 15-30 juta per bulan. Senior executive level tentu di kisaran 50-70 juta per bulan.
Apakah saya memerlukan sertifikasi khusus?
Tidak wajib, tapi sangat dianjurkan. Sertifikasi seperti Certified Business Development Analyst (CBDA) akan memperkuat profil Anda di mata perusahaan.
Skill apa yang paling krusial agar sukses sebagai BDE?
Kemampuan berkomunikasi, presentasi, strategi bisnis, dan membangun hubungan adalah skill yang absolut harus dikuasai. Tanpa ini, sulit meraih kesuksesan.



