Langsung ke isi
Cari
Finance

SBN atau Deposito? Bandingkan Hasil Bersih dan Akses Uangnya

Bandingkan SBN vs deposito setelah pajak lewat simulasi Rp10 juta. Periksa hasil bersih, akses dana, tenor, biaya, dan syarat penjaminan LPS.

SBN atau Deposito? Bandingkan Hasil Bersih dan Akses Uangnya
Ilustrasi editorial dibuat dengan AI untuk Reviewgan; bukan dokumentasi transaksi atau tampilan aplikasi investasi nyata.

Perbandingan SBN dan deposito sebaiknya memakai hasil setelah pajak, biaya, serta tanggal uang dapat digunakan kembali. Bunga tertinggi di iklan belum tentu menjadi pilihan yang sesuai. Kamu perlu membandingkan manfaat yang benar-benar diterima dengan komitmen waktu dan risiko yang menyertainya.

Bayangkan ada dua pilihan hipotetis: SBN dengan kupon 6% setahun dan deposito berbunga 5% setahun. Selisih angka awalnya satu poin persentase. Sesudah pajak, selisih rupiahnya berubah. Namun keputusan belum selesai, karena uang untuk biaya sekolah tiga bulan lagi memiliki kebutuhan berbeda dari tabungan yang dapat ditahan beberapa tahun.

Artikel kesembilan seri SBN Reviewgan memakai angka sederhana agar logikanya bisa diulang dengan penawaran aktual. Semua tingkat bunga dalam simulasi adalah asumsi, bukan bunga pasar terbaru atau rekomendasi produk. Angka deposito 5% juga tidak menyatakan bahwa penempatannya memenuhi syarat penjaminan LPS.

Samakan dasar perbandingan terlebih dahulu

Gunakan jumlah dana, mata uang, serta periode yang sama. Artikel ini memakai Rp10 juta dalam rupiah selama 12 bulan penuh, tanpa menambahkan hasil ke pokok. SBN diasumsikan dibeli pada harga 100% nominal; tidak ada penjualan di pasar sekunder dalam simulasi pendapatannya.

Pajak dihitung untuk contoh investor orang pribadi dalam negeri dengan perlakuan umum. DJP menjelaskan pajak final bunga obligasi 10%, sedangkan bunga deposito yang memenuhi ketentuan umum dikenai 20%. Pengecualian deposito berlaku antara lain ketika jumlah deposito, tabungan, dan SBI tidak melebihi Rp7,5 juta serta tidak dipecah-pecah. Contoh Rp10 juta tidak memakai pengecualian tersebut.

Lihat ketentuan umum PPh Pasal 4 ayat (2) dan penjelasan DJP tentang pajak obligasi dan deposito. Kondisi pajak khusus perlu diperiksa tersendiri.

Simulasi Rp10 juta selama setahun: SBN 6% dengan pajak kupon 10% menghasilkan Rp540 ribu; deposito 5% dengan pajak bunga 20% menghasilkan Rp400 ribu sebelum biaya.
Perbandingan memakai tingkat hipotetis, bukan penawaran produk. Hasil sesudah pajak masih belum dikurangi biaya; deposito tetap perlu memenuhi syarat penjaminan LPS. Ketuk gambar untuk membuka ukuran penuh.

Simulasi hasil bersih Rp10 juta selama setahun

Komponen simulasi SBN Deposito
Dana dasar Rp10.000.000 Rp10.000.000
Tingkat bruto per tahun 6% 5%
Hasil bruto 12 bulan Rp600.000 Rp500.000
Pajak atas hasil Rp60.000 Rp100.000
Hasil sesudah pajak, sebelum biaya Rp540.000 Rp400.000
Setara rata-rata per bulan Rp45.000 Sekitar Rp33.333

Rumus sederhana: dana × tingkat bruto tahunan × (1 − tarif pajak). Pada asumsi ini selisihnya Rp140.000 selama setahun. Angka rata-rata bulanan hanya membantu membandingkan; bukan janji kedua produk membayar dengan jumlah dan tanggal yang sama setiap bulan.

Perhitungan belum mencakup biaya rekening, transfer, layanan, pembulatan, atau variasi jumlah hari. Kupon pertama SBN dapat memiliki periode berbeda dari sebulan penuh. Penjelasannya tersedia di artikel short coupon dan long coupon.

Berapa bunga deposito agar hasilnya setara?

Dalam asumsi pajak tadi, kupon SBN 6% menghasilkan tingkat setelah pajak 5,4% setahun. Agar deposito menghasilkan 5,4% sesudah pajak 20%, tingkat brutonya perlu 5,4% ÷ 80%, atau 6,75% setahun. Ini persamaan matematika, bukan ajakan mencari deposito berbunga 6,75%.

Bunga yang lebih tinggi harus diperiksa bersama syarat penjaminan. Jangan memperlakukan angka impas sebagai batas bunga yang dijamin LPS. Batas penjaminan memiliki aturan dan periode tersendiri. Jika biaya kedua produk berbeda, angka impas juga perlu disesuaikan dengan biaya yang benar-benar kamu tanggung.

Akses uang dapat lebih menentukan daripada selisih hasil

Deposito memiliki tenor dan ketentuan pencairan. Contoh halaman resmi e-Deposito BCA menyebut bunga berjalan tidak dibayarkan jika dicairkan sebelum jatuh tempo. Aturan tersebut adalah contoh produk tertentu; baca ketentuan bank yang kamu gunakan.

ORI/SR dapat dijual sesuai ketentuan, tetapi hasil penjualan dipengaruhi harga pasar. SBR/ST tidak diperdagangkan dan pelunasan awalnya bersyarat. Perbandingannya bukan sekadar “bisa dicairkan” atau “tidak bisa”; pertanyaan yang lebih berguna adalah berapa jumlah yang dapat diterima dan pada tanggal berapa.

Misalkan uang akan dipakai tiga bulan lagi. Mengambil selisih pendapatan setahun dari tabel tanpa menilai kebutuhan tiga bulan akan menghasilkan keputusan yang keliru. Pelajari komponen hasil ketika menjual SBN sebelum jatuh tempo sebelum menganggap nominalnya selalu utuh.

Penjaminan deposito dan pembayaran SBN berbeda mekanisme

LPS memiliki batas penjaminan simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan persyaratan kelayakan. Prinsip 3T mencakup simpanan tercatat, bunga tidak melebihi tingkat penjaminan yang berlaku, serta tidak melakukan tindakan yang merugikan atau menyebabkan bank tidak sehat. Saldo kecil saja belum cukup untuk menyimpulkan pasti layak dibayar.

Periksa tingkat bunga penjaminan LPS untuk jenis bank dan periode yang tepat, termasuk perlakuan manfaat tambahan dalam tawaran. Jangan membandingkan bunga setelah pajak dengan batas yang memakai basis berbeda. Rujukan resminya tersedia pada informasi periode tingkat bunga LPS dan kalkulator 3T LPS.

Pembayaran pokok dan kupon SBN mengikuti ketentuan negara serta instrumennya, bukan skema penjaminan simpanan bank. Hal tersebut tidak menghapus perubahan harga jika ORI/SR dijual sebelum jatuh tempo. Pisahkan pertanyaan tentang siapa yang membayar dari pertanyaan tentang berapa harga jual hari ini.

Perhatikan perpanjangan dan perubahan tingkat hasil

Deposito satu bulan yang diperpanjang 12 kali belum tentu memakai tingkat bunga sama sepanjang tahun. Baca aturan perpanjangan otomatis atau ARO, tanggal pemberitahuan pencairan, serta perlakuan bunga. Proyeksi setahun dengan bunga tetap hanya cocok jika asumsi tersebut benar-benar dipenuhi.

Pada SBN, ORI/SR memiliki kupon tetap, sedangkan SBR/ST memakai tingkat mengambang dengan batas minimal menurut seri. Jika proyeksi memakai tingkat yang bisa berubah, beri label asumsi dan hitung ulang setiap penyesuaian. Kamu dapat membaca cara kerja kupon floating with floor untuk memahami mekanismenya.

Gunakan lembar pembanding yang bisa diperiksa

  1. Tulis tujuan uang dan tanggal terakhir harus tersedia.
  2. Catat tenor, nominal minimum, dan dana yang benar-benar keluar saat membeli.
  3. Hitung hasil setelah pajak memakai periode yang sebanding.
  4. Kurangi biaya yang berlaku untuk rekening serta layananmu.
  5. Tulis konsekuensi jika harus keluar lebih awal.
  6. Periksa mekanisme jaminan dan syarat yang harus dipenuhi.
  7. Simpan dokumen penawaran beserta tanggal pemeriksaannya.

Misalkan dua pilihan berbeda hasil Rp140.000 setahun, tetapi salah satunya membuat kamu harus mencari pinjaman ketika dana dibutuhkan. Biaya dan konsekuensi kebutuhan mendadak dapat mengubah penilaian awal. Angka hasil adalah satu bagian keputusan; kemampuan memenuhi rencana hidup merupakan bagian lainnya.

Kamu juga tidak wajib menaruh semua kebutuhan pada satu produk. Pisahkan kebutuhan berdasarkan tenggatnya terlebih dahulu, baru tentukan pilihan untuk masing-masing bagian. Gunakan tujuh pertanyaan sebelum membeli SBN agar perbandingan berakhir pada keputusan yang dapat dijelaskan dengan alasan.

Seri belajar SBN: 10 artikel yang saling terhubung
  1. Panduan SBN Ritel untuk Pemula: Dari Membeli sampai Uang Kembali
  2. Beli SBN Rp10 Juta, Berapa Kupon Bersih per Bulan?
  3. SBN Bisa Dicairkan Kapan? Pahami Tiga Jalur Uang Kembali
  4. Early Redemption SBR: Syarat, Jadwal, dan Cara Hitung Pencairan
  5. ORI, SR, SBR, dan ST: Perbedaan Kupon, Risiko, dan Pencairan
  6. Mengapa Kupon Pertama SBN Berbeda? Pahami Short dan Long Coupon
  7. Kupon Floating with Floor: Bisa Naik, Bisa Turun, Ada Batasnya
  8. Menjual SBN Sebelum Jatuh Tempo: Mengapa Hasilnya Bisa Berbeda dari Modal?
  9. SBN atau Deposito? Bandingkan Hasil Bersih dan Akses Uangnya
  10. Sebelum Membeli SBN: Tujuh Pertanyaan tentang Uang yang Akan Dipakai

Sumber dan metode

Diperiksa 20 Oktober 2026. Rujukan: DJP pada tautan perpajakan di atas; ketentuan e-Deposito BCA; Laporan Tahunan LPS 2022, penjelasan 3T; publikasi LPS tentang batas penjaminan dan SCV; serta DJPPR tentang SUN. Simulasi Reviewgan mengabaikan biaya dan bunga berbunga. Tidak ada klaim bahwa tingkat ilustrasi tersedia atau memenuhi batas bunga penjaminan terkini. Artikel merupakan edukasi umum.

Diskusi & tanggapan (0)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *