*TLDR Cara paling mudah kita bisa input 1 Lot saham yang ingin kalian hitung di aplikasi perdagangan saham sekuritas pilihan kalian, nanti nilainya akan langsung muncul di aplikasi.
Contoh Menghitung 1 Lot lewat aplikasi Web Stockbit Sekuritas
1. Login Ke Stockbit
2. Klik Menu Start Trading (Kalian Bisa Login Akun Trading atau Virtual Account)

3. Setelah itu Klik Buy di pojok kanan atas

4. Masukan Nama Saham Yang Ingin Kalian Hitung Harga 1 lotnya (contohnya BCA- kodenya BBCA)

5. Klik Confirm Lalu Nanti akan muncul data Harga sahamnya seperti dibawah ini

6. Pada bagian Buy Order Lot kalian bisa masukan berapa lot saham BCA yang ingin kalian Hitung
Misalnya reviewgan ingin melihat harga terakhir 1 lot BBCA, maka tinggal masukan 1 di Buy Order Lot, nanti otomatis harga akan dihitung

Bisa dilihat harga terakhir 1 Lot BBCA adalah Rp. 936,403
——-
Saham telah menjadi instrumen investasi yang populer di kalangan masyarakat Indonesia beberapa tahun terakhir. Seiring perkembangan teknologi dan makin mudahnya akses informasi, semakin banyak orang tertarik untuk mulai berinvestasi di pasar modal.
Namun bagi pemula, istilah-istilah asing seperti lot saham kerap membuat bingung. Apa sih itu lot saham? Bagaimana cara menghitung harganya dengan tepat? Tulisan ini akan membahas seluk-beluk lot saham dan metode akurat untuk menghitung harganya.
Apa Itu Lot Saham?
Sebelum masuk pada cara menghitung harga 1 lot saham, penting bagi kita untuk paham dulu apa definisi lot saham itu.
1 lot saham adalah unit standar transaksi saham yang terdiri dari 100 lembar saham.
Jadi misal Anda membeli 1 lot saham BUMN terkenal seperti BBRI, berarti Anda membeli 100 lembar saham BBRI sekaligus dalam 1 transaksi.
Keuntungan transaksi dengan sistem lot ini adalah biaya komisi broker yang lebih murah dibandingkan jika membeli per lembar. Selain itu proses transaksinya juga lebih cepat.
Nah sekarang kita lanjut ke pembahasan utama, yaitu tata cara menghitung harga 1 lot saham.
Rumus Menghitung Harga 1 Lot Saham
Cara termudah untuk mengetahui harga 1 lot suatu saham adalah:
Harga Saham per Lembar x 100 = Harga 1 Lot Saham
Jadi misalkan:
- Harga saham TLKM (Telekomunikasi Indonesia) per lembar adalah Rp4.000
- Maka harga 1 lot saham TLKM adalah:
- Rp4.000 x 100 lembar = Rp400.000
Begitu mudah bukan? Tinggal kalikan saja harga satuan saham dengan 100 lembar.
Contoh Kasus
Untuk memperjelas, mari kita ambil contoh lain:
- Harga saham UNVR (Unilever) per lembar = Rp10.000
- Maka harga 1 lot saham UNVR adalah:
- Rp10.000 x 100 lembar = Rp1.000.000
Dengan kata lain, jika Anda ingin membeli 1 lot saham UNVR, maka modal yang perlu Anda siapkan adalah Rp1.000.000 (belum termasuk biaya lainnya).
Biaya Tambahan dalam Trading Saham Lot
Perhitungan di atas baru sebatas harga beli sahamnya saja. Namun dalam bertransaksi saham, ada beberapa jenis biaya lain yang juga harus kita perhitungkan:
- Komisi broker. Yaitu imbalan jasa yang dibayarkan ke broker saham, biasanya sekitar 0,15%-0,5% dari nilai transaksi. Semakin murah komisi broker, tentu semakin menguntungkan investor.
- Pajak. Keuntungan dari jual-beli saham (capital gain) akan dikenai Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 0,1%.
- Biaya lainnya. Seperti biaya pembukaan rekening, biaya penarikan dana, dll. Bergantung kebijakan tiap broker.
Jadi formula lengkapnya adalah:
Harga 1 Lot Saham = (Harga Saham per Lembar x 100) + Komisi Broker + Pajak + Biaya Lainnya
Contoh Kasus Lengkap
Berikut ilustrasi jika kita beli 1 lot saham PGAS (Perusahaan Gas Negara):
| Deskripsi | Nilai |
|---|---|
| Harga PGAS per lembar | Rp1.850 |
| Total lembar saham (1 lot) | 100 lembar |
| Komisi broker | 0,25% x Rp185.000 = Rp462,5 |
| Pajak | 0,1% x Rp185.000 = Rp185 |
| Total harga 1 lot | Rp185.000 + Rp462,5 + Rp185 = Rp185.647,5 |
Jadi dengan biaya tambahan komisi 0,25% plus pajak 0,1%, harga membeli 1 lot saham PGAS adalah Rp185.647,5.
Pastikan untuk selalu memasukkan perhitungan komisi broker dan pajak agar perhitungan lot saham Anda lebih akurat!
Cara Menghitung Keuntungan/Kerugian dari Trading Saham Lot
Setelah harga beli 1 lot saham, langkah berikutnya tentu memantau pergerakan harganya. Terutama ketika Anda ingin menjual kembali saham tersebut.
Rumus untung rugi dari trading saham adalah:
Keuntungan/Kerugian = (Harga Jual – Harga Beli) x Jumlah Lembar Saham – Biaya
Mari kita ambil contoh:
- Anda membeli 1 lot saham INCO seharga Rp2.750 per lembar (100 lembar).
- Setelah beberapa saat, harga INCO naik jadi Rp2.850 per lembar.
- Dengan biaya transaksi sebesar 0,7% per lot.
- Rumus keuntungannya:
- Harga jual per lembar = Rp2.850
- Harga beli per lembar = Rp2.750
- Selisih harga = Rp2.850 – Rp2.750 = Rp100
- Jumlah lembar = 100 lembar
- Keuntungan kotor = Rp100 x 100 lembar = Rp10.000
- Biaya transaksi = 0,7% x Rp275.000 = Rp1.925
- Keuntungan bersih = Rp10.000 – Rp1.925 = Rp8.075
Dengan selisih harga Rp100 per lembar, Anda mendapat keuntungan bersih Rp8.075 dari transaksi 1 lot saham INCO tersebut setelah dipotong biaya transaksi broker 0,7%.
Tips Memilih Broker Saham dengan Biaya Murah
Dari penjelasan di atas tentu Anda sudah paham bahwa biaya transaksi yang murah akan sangat menunjang keuntungan. Oleh karena itulah, sangat penting memilih broker saham dengan biaya trading yang kompetitif.
Beberapa tips dalam memilih broker saham terpercaya:
- Pilih broker dengan biaya komisi rendah, misal di bawah 0,25%.
- Hitung juga biaya pembukaan rekening, biaya deposit/wd dana, dan biaya bulanan jika ada.
- Broker berizin resmi OJK tentu lebih terpercaya ketimbang ilegal.
- Perhatikan reputasi dan ulasan para trader yang pernah memakai broker tersebut.
- Cobalah platform/aplikasi tradingnya. Yang intuitif dan mudah dipakai.
Dengan memilih broker terbaik, Anda bisa memaksimalkan potensi keuntungan dari bertransaksi saham secara lot.
Kesimpulan dan Saran
Demikianlah cara menghitung harga 1 lot saham dengan akurat. Jika hanya memperhatikan harga saham per lembar saja, Anda bisa tertipu. Karena harus menghitung biaya-biaya tambahan seperti komisi dan pajak.
Beberapa kesimpulan dan saran agar investasi lot saham Anda lancar:
- Pahami definisi 1 lot saham dan rumus perhitungannya dengan benar.
- Selalu hitung biaya komisi broker dan pajak ke dalam perhitungan.
- Analisa dulu harga wajar saham sebelum membeli agar tidak overvalued.
- Mulailah dari skala kecil, misal 1-2 lot saham dulu untuk pembelajaran.
- Pilih broker terbaik dan terpercaya untuk menunjang keuntungan.
- Tetaplah waspada dan jangan tamak, investasilah sesuai profil risiko masing-masing.
FAQ
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan soal lot saham:
Apakah pembelian 1 lot saham lebih menguntungkan?
Ya, karena skala pembelian besar maka biaya transaksinya (persentase) lebih kecil. Selain itu proses jual-belinya juga lebih cepat.
Berapa modal minimum untuk membeli 1 lot saham?
Tergantung saham apa yang dibeli. Semakin mahal harga saham per lembarnya, maka modal yang dibutuhkan untuk 1 lot juga semakin besar. Sebagai acuan, modal Rp1 juta – Rp2 juta sudah bisa membeli 1 lot saham second liner.
Apa risiko dari trading saham secara lot?
Sama seperti saham regular. Jika harga turun, maka kerugiannya juga akan semakin besar karena jumlah lembar saham yang dibeli melebihi regular trading. Pastikan manajemen risiko yang baik dan memiliki modal memadai sebelum lot trading.


